Langsung ke konten

Terbit 4 menit baca

Antibiotik untuk jerawat: BPOM ingatkan resistansi, ini kata dokter kulit

BPOM mengajak masyarakat memakai antibiotik dengan bijak untuk mencegah resistansi antimikroba. Apa artinya untuk jerawat, berapa lama antibiotik jerawat dipakai, dan kenapa tidak boleh dipakai sendirian.

Botol pembersih wajah putih, tube krim jerawat kecil, dan segelas air di atas nampan marmer krem dengan bunga kering
Di artikel ini

Antibiotik untuk jerawat sebaiknya hanya dipakai sesuai resep dokter. Pada 3 November 2026, BPOM mengajak masyarakat memakai antibiotik secara bijak untuk mencegah resistansi antimikroba, yaitu kondisi saat bakteri menjadi kebal terhadap obat. Untuk jerawat, dokter kulit meresepkan antibiotik sesingkat mungkin dan selalu bersama obat jerawat lain supaya bakterinya tidak kebal.

Artikel ini merangkum pesan BPOM, fakta antibiotik jerawat dari American Academy of Dermatology (AAD), langkah kalau dokter meresepkan antibiotik, dan contoh rutinitas perawatan jerawat dari Kira.

Apa kata BPOM soal antibiotik

Dalam berita resmi BPOM, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan ajakan ini lewat kegiatan Self-Care AMRun 2026 di Bali pada 1 November, yang bertepatan dengan kampanye World AMR Awareness Week setiap November. Poin pentingnya:

  • Penggunaan antibiotik yang kurang bijak dapat memicu kekebalan bakteri terhadap obat.
  • Antibiotik tidak efektif untuk infeksi virus, seperti influenza biasa.
  • 63,75% apotek masih menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter, menurut hasil pengawasan BPOM secara nasional.
  • Ajakan BPOM: tidak memakai antibiotik tanpa resep dokter, menyimpan obat dengan aman, dan membuang sisa obat lewat mekanisme yang tepat.

Antibiotik untuk jerawat menurut dokter kulit

Fakta antibiotik untuk jerawat menurut American Academy of Dermatology: jerawat bukan infeksi, antibiotik membantu jerawat yang dalam dan nyeri, diresepkan sesingkat mungkin biasanya 3 sampai 4 bulan, dan tidak dipakai sendirian melainkan bersama benzoyl peroxide atau adapalene

Menurut AAD, jerawat bukan infeksi, tapi antibiotik bisa sangat membantu jerawat yang dalam dan nyeri. Antibiotik tertentu mengurangi bakteri penyebab jerawat di kulit dan meredakan peradangan, sehingga jerawat berkurang.

Dokter kulit meresepkan antibiotik untuk waktu sesingkat mungkin. Karena jerawat butuh waktu untuk diobati, biasanya artinya 3 sampai 4 bulan. AAD juga menjelaskan bahwa kalau dipakai sendirian, antibiotik cepat kehilangan kemampuannya melawan jerawat dan bakterinya bisa menjadi resistan. Karena itu dokter kulit memasangkannya dengan obat lain seperti benzoyl peroxide atau adapalene gel.

Hal yang sama berlaku untuk antibiotik oles. AAD menyebut antibiotik oles dipakai bersama obat atau sabun wajah yang mengandung benzoyl peroxide untuk mengurangi risiko resistansi antibiotik.

Kalau dokter meresepkan antibiotik untuk jerawat

Langkah kalau dokter meresepkan antibiotik untuk jerawat menurut American Academy of Dermatology: pakai semua obat di resep, rawat kulit dengan lembut, datang saat kontrol, dan lanjutkan perawatan setelah kulit bersih
  1. Pakai semua obat di resep, bukan antibiotiknya saja, supaya waktu pemakaian antibiotik bisa sesingkat mungkin.
  2. Rawat kulit dengan lembut untuk mengurangi jerawat kambuh.
  3. Datang saat kontrol, supaya dokter bisa menilai apakah pengobatannya berhasil atau perlu diganti.
  4. Lanjutkan perawatan setelah kulit bersih. Kebanyakan orang bisa menjaga kulit tetap bersih dengan obat oles, sehingga tidak perlu antibiotik lagi.

Langkah ini diringkas dari panduan AAD. Jangan membeli atau memakai antibiotik untuk jerawat tanpa resep, dan jangan menghentikan atau memperpanjang sendiri pemakaian yang sudah diresepkan.

Perawatan jerawat harian dari Kira

Antibiotik adalah urusan dokter. Untuk perawatan harian, Kira bisa membantu menyusun rutinitas dari satu selfie. Berikut hasil asli Kira untuk pertanyaan “jerawat dan bekas jerawat saya gimana ngatasinnya?” dari satu selfie model AI:

Untuk model ini, Kira membaca kulit kombinasi dengan jerawat aktif dan bekas jerawat. Rutinitasnya dimulai dari pembersih wajah yang lembut dengan asam salisilat, lalu toner, serum dengan niacinamide atau vitamin C untuk bekas jerawat, dan pelembap non-comedogenic. Saran Kira adalah saran AI, bukan diagnosis medis. Kalau jerawat parah atau tidak membaik, periksakan ke dokter kulit.

Panduan lengkap merawat kulit berjerawat ada di cara mengatasi jerawat dan skincare untuk kulit berminyak. Untuk noda yang tertinggal, baca cara menghilangkan flek hitam.

Tanya Kira rutinitas untuk kulitmu

Kirim selfie wajah depan dengan cahaya alami ke Kira di WhatsApp, lalu tanyakan cara merawat jerawatmu. Kira membalas dalam 10 sampai 15 detik dengan langkah rutinitas, bahan yang dicari dan dihindari, serta tips harian. Lihat contoh hasil jerawat dan noda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah jerawat harus diobati dengan antibiotik?

Tidak selalu. Menurut American Academy of Dermatology, jerawat bukan infeksi, tapi antibiotik bisa membantu jerawat yang dalam dan nyeri dengan mengurangi bakteri dan peradangan. Keputusan memakai antibiotik ada di dokter, dan antibiotik untuk jerawat selalu dipakai bersama obat jerawat lain.

Berapa lama antibiotik untuk jerawat boleh dipakai?

Dokter kulit meresepkan antibiotik untuk jerawat sesingkat mungkin, biasanya 3 sampai 4 bulan, walaupun sebagian orang butuh waktu lebih lama. Memakai semua obat di resep, merawat kulit dengan lembut, dan datang saat kontrol membantu mempersingkat waktu pemakaian antibiotik.

Kenapa antibiotik jerawat tidak boleh dipakai sendirian?

Menurut American Academy of Dermatology, antibiotik yang dipakai sendirian cepat kehilangan kemampuannya melawan jerawat, dan bakterinya bisa menjadi resistan. Karena itu dokter kulit memasangkannya dengan obat lain seperti benzoyl peroxide atau adapalene. Resistansi antibiotik adalah masalah kesehatan global.

Bolehkah membeli antibiotik jerawat tanpa resep?

Sebaiknya tidak. BPOM mengajak masyarakat tidak memakai antibiotik tanpa resep dokter, karena penggunaan yang kurang bijak memicu kekebalan bakteri. Pengawasan BPOM menemukan 63,75% apotek masih menyerahkan antibiotik tanpa resep. Untuk jerawat, konsultasikan dulu ke dokter kulit.

Sumber

Fakta di artikel ini merujuk ke sumber berikut.

  • Berita kecantikan
  • Jerawat
  • Antibiotik
  • BPOM
Kembali ke semua artikel

Artikel lainnya

Mau tahu yang cocok untuk wajahmu?

Kirim satu selfie ke Kira di WhatsApp. Gratis 5 konsultasi dan 1 preview gambar setiap hari, tanpa aplikasi dan tanpa daftar akun.