Langsung ke konten

Terbit 3 menit baca

Treatment exosome dan stem cell, aman? Ini penjelasan resmi BPOM

BPOM belum menerbitkan izin edar produk sekretom dan eksosom dari sel manusia untuk penggunaan terapeutik. Apa artinya, apa yang perlu ditanyakan, dan rutinitas dasar untuk garis halus.

Botol pipet kaca tanpa label, piring keramik krem, dan mawar kering di atas kain linen, ilustrasi treatment exosome dan stem cell
Di artikel ini

Treatment exosome dan stem cell sedang banyak dibicarakan sebagai perawatan anti-aging. Pada 16 Oktober 2026, BPOM menerbitkan penjelasan publik tentang kewaspadaan terhadap layanan dan produk terapi sel dan gen yang tidak sesuai ketentuan, termasuk produk sekretom dan eksosom.

Artikel ini merangkum penjelasan resmi BPOM, hal yang perlu ditanyakan sebelum mencoba treatment, dan rutinitas dasar dari Kira untuk garis halus.

Apa kata BPOM

  • Belum ada izin edar. Hingga penjelasan diterbitkan, BPOM belum menerbitkan izin edar produk terapi sel punca dan rekayasa jaringan untuk penggunaan terapeutik, maupun produk sekretom dan eksosom dari sel manusia untuk penggunaan terapeutik di Indonesia. BPOM baru menyetujui 1 produk terapi gen untuk spinal muscular atrophy (SMA) pada anak.
  • Termasuk obat keras. Produk terapi sel dan gen, termasuk sekretom dan eksosom, merupakan obat keras yang harus diberikan berdasarkan resep dokter.
  • Klaim wajib dibuktikan. Produk yang mencantumkan klaim manfaat harus didukung bukti ilmiah dan disetujui BPOM.
  • CoA bukan izin edar. Sertifikat hasil pengujian mutu (Certificate of Analysis) tidak menggantikan izin edar atau persetujuan penggunaan.
  • Promosi dibatasi. Promosi obat keras hanya boleh setelah memiliki izin edar, dan hanya di media ilmiah untuk tenaga medis atau tenaga kesehatan.

Menurut BPOM, ketidaksesuaian praktik dapat membahayakan pasien dan menunda terapi yang terbukti bermanfaat. BPOM juga mencermati laporan kasus pasien setelah menerima terapi sel dan gen di Tiongkok, yang masih dievaluasi otoritas regulatori setempat.

Yang perlu ditanyakan sebelum treatment

Yang perlu ditanyakan sebelum treatment menurut BPOM: izin edar produk, CoA saja tidak cukup, resep dokter, tenaga yang kompeten, informed consent, dan pemantauan efek samping
  1. Apakah produknya punya izin edar BPOM? Sertifikat uji mutu saja tidak cukup.
  2. Apakah diberikan dengan resep dokter? Produk ini termasuk obat keras.
  3. Siapa yang memberikan? Menurut BPOM, terapi harus dilakukan tenaga kompeten dengan protokol yang sesuai.
  4. Apakah ada persetujuan setelah penjelasan (informed consent)? Kamu berhak mendapat penjelasan lengkap sebelum setuju.
  5. Apakah ada pemantauan dan pelaporan efek yang tidak diinginkan?

Artikel ini bukan saran medis. Untuk keputusan soal terapi, konsultasikan langsung dengan dokter.

Mulai dari rutinitas dasar: hasil Kira

Untuk garis halus, perawatan dasar yang konsisten sering jadi langkah pertama. Berikut hasil asli Kira untuk pertanyaan “mulai ada garis halus di bawah mata, perawatan anti aging apa?”:

Rutinitas dasar dari Kira untuk garis halus: retinol malam 2x seminggu, pelembap dengan hyaluronic acid, sunscreen SPF 30+ setiap pagi, dan hindari alkohol serta scrub kasar
  • Retinol malam 2x seminggu untuk membantu mengurangi garis halus.
  • Pelembap harian dengan hyaluronic acid.
  • Sunscreen setiap pagi dengan SPF 30+.

Kira juga menyarankan menghindari produk berbahan alkohol, scrub wajah kasar, dan pelembap berat. Ini saran AI, bukan diagnosa medis. Kalau kondisi tidak membaik dalam 4 minggu, periksakan ke dokter kulit. Untuk produk apa pun, tetap lakukan Cek KLIK sebelum membeli.

Baca juga cara mencegah penuaan dini dan cara memakai sunscreen yang benar.

Tanya Kira soal perawatan anti-aging

Kirim selfie dengan cahaya alami ke Kira di WhatsApp, lalu tanyakan masalah kulitmu. Kira menyarankan rutinitas dan kandungan yang dicari dalam 10 sampai 15 detik. Lihat contoh hasil anti-aging.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah produk exosome sudah punya izin edar BPOM?

Menurut penjelasan publik BPOM 16 Oktober 2026, hingga penjelasan itu terbit BPOM belum menerbitkan izin edar produk sekretom dan eksosom dari sel manusia untuk penggunaan terapeutik di Indonesia, termasuk produk terapi sel punca dan rekayasa jaringan. BPOM baru menyetujui satu produk terapi gen untuk SMA pada anak.

Apakah treatment exosome butuh resep dokter?

Ya, wajib. BPOM menyebut produk terapi sel dan gen, termasuk sekretom dan eksosom, merupakan obat keras yang harus diberikan berdasarkan resep dokter, oleh tenaga kesehatan yang kompeten, dengan protokol yang sesuai, persetujuan setelah penjelasan, serta pemantauan dan pelaporan efek yang tidak diinginkan.

Apakah sertifikat CoA cukup sebagai bukti produk aman?

Tidak. Menurut BPOM, sertifikat hasil pengujian mutu atau Certificate of Analysis tidak menggantikan izin edar atau persetujuan penggunaan yang dipersyaratkan. Jadi, tanyakan langsung kepada klinik izin edar produknya sebelum memutuskan treatment apa pun, dan pastikan treatment diberikan dengan resep dokter.

Perawatan dasar apa untuk garis halus?

Pada contoh hasil asli Kira, rutinitasnya adalah retinol malam dua kali seminggu, pelembap dengan hyaluronic acid, dan sunscreen SPF 30+ setiap pagi, sambil menghindari alkohol dan scrub kasar. Kalau tidak membaik dalam 4 minggu, segera periksakan ke dokter kulit untuk saran yang tepat.

Sumber

Fakta di artikel ini merujuk ke sumber berikut.

  • Skincare
  • Anti-aging
  • BPOM
  • Exosome
Kembali ke semua artikel

Artikel lainnya

Mau tahu yang cocok untuk wajahmu?

Kirim satu selfie ke Kira di WhatsApp. Gratis 5 konsultasi dan 1 preview gambar setiap hari, tanpa aplikasi dan tanpa daftar akun.